Sejarah Selancar

Di awal abad ke-20 berselancar mulai dikenal oleh orang Amerika dan Australia dan komunitas selancar pun terbentuk pada beberapa pantai di negara Paman Sam tersebut. Budaya selancar muncul akibat dari naik pamornya olahraga yang kemudian melahirkan gaya hidup tersebut dan tercermin dari berbagai produk, musik, fashion, majalah hingga film-film yang menggambarkan anak pantai yang serba santai. Para sosiolog Amerika pada pertengahan tahun 50-an mencapnya sebagai budaya orang malas. Tetapi di era abad 19 awal olahraga ini mulai digemari oleh kalangan muda, rata2 kalangan anak muda eropa, c: amerika, meksiko. lebih memilih olah raga ini, sehingga olah raga ini menjadi populer dan lebih mendunia lagi.

Selancar merupakan sebuah olahraga yang biasanya berlangsung di atas ombak yang tinggi. Olahraga ini dilakukan dengan menggunakan sebilah papan sebagai alat untuk bermanuver di atas ombak. Papan tersebut akan bergerak dengan menggunakan tenaga arus ombak di bawahnya dan arahnya dikemudikan seorang peselancar. Adrenalin akan terpacu karena tertekan untuk mengarahkan papan selancar sekaligus menjaga keseimbangan. Mirip rodeo, kali ini tunggangannya: ombak liar.

Antara Tsunami dan Selancar Air



Adakah kesamaan dan perbedaan antara tsunami dan ombak untuk selancar air (surfing)? Perbedaannya tentu, yang satu mendatangkan bencana, yang lain membuat gembira. Sebagai kesamaan, dua-duanya merupakan gelombang laut. Kecepatannya tergantung pada beberapa faktor seperti panjang gelombang, percepatan gravitasi, kedalaman air.

Tetapi baiklah kita persoalkan saja kedalaman air. Semakin dalam laut, semakin cepat gelombang menjalar. Pada samudera sedalam ribuan meter, kecepatannya bisa menyaingi pesawat penumpang jet yang sekitar 900 km per jam. Angka ini langsung merosot di laut yang kurang dalam. Bahkan di daerah pantai, gelombang seperti ingin menikmati suasana pesiar. Lajunya bisa tinggal belasan km per jam saja, bagai orang bersepeda santai.

Gempa Bumi
Ketika dasar laut diguncang oleh gempa bumi yang kuat, air laut bergerak naik dan turun, mungkin sebanyak beberapa sentimeter saja. Namun yang terdongkrak ialah seluruh air dari dasar sampai ke permukaan. Apabila luas yang terkena gempa itu 100m kali 100m pada kedalaman 4000m, tidak kurang dari 40 juta ton air berayun ke atas dan ke bawah. Energinya pasti dahsyat bukan main.

Gelombangpun bergegas bangkit mendistribusikan energi. Mula-mula kencang sekali, karena laut setempat sangat dalam. Tetapi pada saat memasuki daerah yang lebih dangkal, kecepatannya menyusut, apalagi jika sudah dekat pesisir.

Tatkala gelombang melambat, energi raksasa yang semula diusung sambil berlari sangat cepat, sekarang mesti dimampatkan dengan kecepatan yang rendah pada air yang dangkal. Akibatnya gelombang membengkak luar biasa besar dan tinggi, menjadi amukan gunung air yang meluluh-lantakkan daerah pantai. Tsunami namanya.

Searah Jarum Jam
Ada gelombang yang penyebabnya bukan gempa hebat, tetapi misalnya angin dan pasang surutnya laut. Air bergoyang terutama pada permukaan saja. Energipun jauh lebih kecil sehingga gejalanya lebih santun dan bersahabat.

Perambatannya terlihat sebagai arak-arakan puncak dan lembah gelombang. Di tengah samudera, kedalaman laut yang dirasakan puncak dan lembah praktis tidak ada bedanya. Namun di daerah pantai, bagi puncak terasa bahwa lautnya lebih dalam sedikit, sehingga puncak gelombang merambat lebih cepat dari pada lembah. Sebagai hasilnya, ombak bergulung-gulung ke arah pesisir. Coba perhatikan, seandainya anda berdiri dengan daratan di sebelah kanan dan laut di sebelah kiri (hati-hati dibasahi ombak), yang tampak adalah air bergulung berputar searah dengan jarum jam, tidak sebaliknya.

Gulungan ombak itu bisa besar, bisa juga gampang buyar. Jika dasar lautnya mulus, landai terus menerus sejak di tengah laut sampai pesisir, gelombang punya peluang untuk berangsur memperbesar gulungannya. Semakin tinggi saja dan tidak lekas pecah, bahkan membentuk semacam terowongan atau tabung besar yang menggelinding. Ini dia kondisi yang bagaikan surga buat penggemar selancar air. Peselancar yang piawai dengan nikmatnya beraksi berganti-ganti di atas gulungan ombak atau menerobos terowongan.

Bergemuruh
Di pihak lain jika pantainya curam, gelombang yang datang menjumpai tiba-tiba dasar laut yang terjal. Air mencoba membangun gulungan ombak, tetapi terlalu mendadak, terlalu besar, sehingga segera pecah. Coba saksikan samudera dari pantai selatan, di Pelabuhan Ratu misalnya. Laut yang jauh mula-mula bagai tidak berombak. Tetapi seketika saja, seakan tidak jelas dari mana, air naik membentuk gelombang menuju kita. Cepat sekali membesar, beberapa meter sampai kadang-kadang setinggi rumah, lalu pecah bergemuruh.

Sesudah pecahpun efeknya masih mengancam. Gumpalan air di sekitar permukaan jelas mendatangi pantai mendamparkan buih. Tetapi bagian bawahnya dengan kuat pulang kembali ke samudera, ingat arah jarum jam. Arus bawah ini sering luput dari perhatian, padahal sangat sanggup membawa pergi orang yang kebetulan lengah.

Dengan demikian supaya suatu pesisir cocok untuk selancar air seperti yang ditemui di Hawai dan Bali, mesti tersedia sumber gelombang (dekat dengan samudera) tetapi dasar lautnya harus landai (mulus tidak curam). Perkara kelengkapan kafe, diskotek, dan atraksi lainnya, itu adalah urusan belakangan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCPenney Coupons